AKURASI ALOKASI BIAYA OVERHEAD MENGGUNAKAN ACTIVITY-BASED COSTING (ABC) PADA UMKM BAKSO IKAN: STUDI KOMPARATIF PERSPEKTIF AKUNTANSI TRADISIONAL DAN SYARIAH
DOI:
https://doi.org/10.61252/fluralis.v5i2.305Kata Kunci:
biaya overhead, metode tradisional, Activity-Based Costing, akurasi biaya, perbankan syariahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metode pembebanan biaya overhead dalam akuntansi biaya, meliputi metode jam kerja mesin, jam tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, serta pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi kelebihan dan kelemahan masing-masing metode serta menilai relevansinya dalam konteks industri modern dan lembaga keuangan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan komparatif, mengacu pada teori dan hasil penelitian terkini dari para ahli akuntansi biaya. Analisis dilakukan dengan membandingkan karakteristik setiap metode berdasarkan aspek akurasi, kemudahan penerapan, biaya implementasi, serta relevansi terhadap struktur biaya perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional masih relevan untuk perusahaan dengan struktur produksi sederhana, namun cenderung menghasilkan distorsi biaya pada perusahaan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Sebaliknya, metode ABC terbukti lebih akurat karena menggunakan berbagai cost driver yang sesuai dengan aktivitas, sehingga mampu mengurangi risiko overcosting maupun undercosting. Dalam konteks perbankan syariah, penerapan ABC juga relevan untuk mengukur biaya layanan, menentukan profitabilitas produk pembiayaan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Dengan demikian, pemilihan metode pembebanan overhead harus disesuaikan dengan karakteristik perusahaan agar informasi biaya yang dihasilkan dapat mendukung pengambilan keputusan manajerial secara efektif.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 robin mulyadi wijaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





