Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa dengan Menggunakan Teknik Buzz Group

Penulis

  • ULINUHA DAHLINA UNIVERSITAS FALETEHAN

DOI:

https://doi.org/10.61664/jedlish.v1i1.16

Kata Kunci:

Membaca, Pemahaman Membaca, Teknik Buzz Grup, Penelitian Tindakan

Abstrak

Ada empat keterampilan utama dalam bahasa Inggris: keterampilan membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis.  Membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa.  Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris di SMP N 3 Pandeglang di kelas delapan, peneliti menemukan pemahaman membaca siswa rendah.  Salah satu teknik pembelajaran membaca yang sesuai dengan kondisi proses belajar mengajar di kelas VIII SMP N 3 Pandeglang menggunakan teknik Buzz groups.

 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran pemahaman bacaan melalui teknik kelompok Buzz pada siswa kelas VIII SMP N 3 Pandeglang dan Untuk mengetahui hasil pembelajaran pemahaman bacaan melalui teknik kelompok Buzz pada siswa kelas VIII SMP N 3 Pandeglang.

 Terkait dengan tujuan penelitian maka desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Pandeglang tahun pelajaran 2018/2019.  Ada 38 siswa sebagai subjek.  Penelitian tindakan dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2018. Dalam penelitian ini, peneliti mengajarkan membaca dengan menggunakan teknik buzz groups.  Teknik Buzz Groups adalah teknik diskusi kelompok yang terdiri dari empat sampai enam siswa yang dibentuk untuk menjawab pertanyaan terkait mata kuliah untuk mendapatkan ide-ide yang dihasilkan dengan umpan balik dan dibahas oleh seluruh kelompok dalam jangka waktu tertentu.  Prosedur penelitian ini terdiri dari menghasilkan ide, memecahkan masalah atau mencapai sudut pandang yang sama tentang topik tersebut, dan kemudian diikuti oleh diskusi seluruh kelas dalam kelompok besar untuk topik tersebut.

 Penulis melakukan dua siklus tindakan.  Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif.  Data kualitatif diperoleh dari observasi, angket, analisis dokumen, dan foto.  Data kualitatif didukung oleh data kuantitatif yaitu nilai rata-rata pre-test dan post-test membaca siswa.  Dalam penelitian tindakan ini berperan sebagai guru dalam proses belajar mengajar.  Sedangkan pengamat adalah guru bahasa Inggris.

 Hasil dari penelitian ini adalah pengajaran membaca dengan menggunakan teknik buzz groups dapat secara efektif meningkatkan pemahaman membaca siswa.  Dari observasi, penulis menemukan bahwa selama tindakan siswa telah menunjukkan peningkatan mereka seperti mereka dapat memahami teks dengan baik, situasi proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik, dan semua siswa terlibat.  dalam proses belajar mengajar.  Mereka dapat saling berbagi ilmu dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran.  Siswa tidak hanya belajar dari penjelasan guru, tetapi mereka dapat belajar dari temannya yang juga belajar hal yang sama.  Teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih memahami materi pelajaran dengan saling bertanya kepada anggota kelompok tanpa malu dan takut, karena siswa biasanya takut untuk menanyakan kesulitan kepada guru.

 Dari tes pemahaman bacaan, nilai rata-rata pre-test siswa adalah 66,44, meningkat menjadi 72,76 pada post-test pertama dan meningkat menjadi 83,28 pada post-test akhir.  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengajaran membaca dengan menggunakan teknik buzz groups dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa.

Diterbitkan

2021-06-15

Terbitan

Bagian

Language Teaching